Beranda > Umum > SMK 1 Kekurangan Guru PNS

SMK 1 Kekurangan Guru PNS

15 Desember 2009

TEBING TINGGI – Sekolah menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Empat Lawang, yang terletak di Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, kekurangan tenaga pengajar yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan, hanya kepala sekolah (Kepsek) saja, yang telah menyandang status PNS. Selebihnya, hanya guru honor komite dan juga honor daerah (Honda).

            Memiliki enam kelas dari dua jurusan yang ada, SMK Negeri 1 Empat Lawang memiliki 18 tenaga pengajar. Namun, jumlah tersebut dinilai terlalu sedikit dan belum memenuhi kebutuhan yang ada. Apalagi untuk penerimaan siswa baru tahun depan, secara tidak langsung sekolah tersebut membutuhkan penambahan tenaga guru.

             Kepsek SMK Negeri 1 Empat Lawang, Syaiful Efendi, saat dihubungi Empat Lawang Expres melalui ponselnya mengatakan, kekurangan guru PNS di sekolahnya memang terjadi sejak awal dibukanya sekolah tersebut. “Jujur saja, untuk guru yang berstatus PNS masih sangat dibutuhkan di sekolah kami. Mudah-mudahan, alokasi CPNS yang baru lulus beberapa waktu lalu, ada yang ditugaskan di sekolah kami,” ungkapnya.            Syaiful menuturkan, pihaknya sudah pernah mengusulkan penambahan guru ke Dinas Pendidikan Empat Lawang, namun belum bisa dipenuhi karena berbagai kendala. Salah satunya adalah, minimnya SDM guru di Empat Lawang, yang mempunyai basic atau latar belakang SMK. Hal inilah yang menjadi penyebab, minimnya guru PNS di SMK Negeri 1 Empat Lawang.

            “Tidak semua guru bisa mengajar di SMK, kecuali untuk mata pelajaran umum dan agama. Mata pelajaran yang mengarah pada kejuruan, harus berlatar belakang yang sama,” imbuhnya.

            Sementara itu, pantauan Empat Lawang Expres di lokasi SMK Negeri 1 Empat Lawang, pembangunan sarana dan prasarana terus dilakukan. Seperti penambahan ruangan belajar, ruang praktek, ruang guru, mushollah dan pembangunan fasilitas pendukung lainnya.

            Namun, pembangunan berbagai fasilitas di SMK tersebut kurang tertata rapi dan terkesan menumpuk di tengah-tengah lapangan. Padahal, di pinggiran pagar sekolah tersebut, masih banyak lahan yang kosong. Amburadulnya tata ruang bangunan sekolah tersebut, membuat bupati HBA berang saat meninjau langsung ke lokasi.

            Tata ruang yang tidak tertata rapi tersebut, tentunya sangat disayangkan terjadi. Sebab, halaman sekolah yang semestinya bisa digunakan untuk upacara ataupun lapangan olahraga siswa, terpaksa habis untuk pembangunan gedung baru.(*)

Ditulis oleh: Empat Lawang Expres (0813-73316333)

About these ads
Kategori:Umum
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: