Beranda > EMPAT LAWANG > GAMBARAN UMUM DAN KONDISI DAERAH KABUPATEN EMPAT LAWANG

GAMBARAN UMUM DAN KONDISI DAERAH KABUPATEN EMPAT LAWANG

18 November 2010

1. Geograpi

KABUPATEN Empat Lawang merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Lahat yang dibentuk dengan Undang-undang (UU) No 1 tahun 2007 Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kabupaten. Kabupaten termuda dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang saat ini dipimpin oleh pasangan Bupati H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA) dan Wakil Bupati H Sofyan Djamal (HSJ), diresmikan pada 20 April 2007 di Istana Gubernur Griya Agung Palembang oleh Mendagri Ad-Interim Widodo AS.

Kabupaten Empat Lawang memiliki luas  wilayah 2.256,44 kilometer persegi. Dilihat dari letak astronomisnya, Empat Lawang terletak antara 3,25 derajat sampai dengan 4,15 derajat Lintang Selatan (LS), 102,37 derajat sampai dengan 103,45 derajat bujur timur (BT), dengan batas wilayah sebelah Utara dengan Kabupaten Musi Rawas, sebelah Selatan dengan Kabupaten Lahat dan Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, sebelah Timur dengan Kabupaten Lahat dan sebelah Barat dengan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Secara administratif terdiri dari 7 kecamatan, 2 kelurahan dan 151 desa berstatus defenitif serta 3 desa persiapan. Tujuh wilayah kecamatan Kabupaten Empat Lawang, yaitu Lintang Kanan memiliki 16 desa dengan ibukota Lesung Batu, Muara Pinang memiliki 22 desa dengan ibukota Muara Pinang Baru, Pasemah Air Keruh (Paiker) memiliki 15 desa dengan ibukota Nanjungan, Pendopo memiliki 30 desa dengan ibukota Pendopo, Talang Padang memiliki 13 desa dengan ibukota Pasar Talang Padang, Tebing Tinggi memiliki 33 desa dan 2 kelurahan dengan ibukota Pasar Tebing Tinggi dan Ulu Musi memiliki 25 desa dengan ibukota Padang Tepong.

Luas wilayah per kecamatan, diantaranya Kecamatan Tebing Tinggi 590,93 kilometer persegi, Kecamatan Talang Padang 140,90 kilometer persegi,  Kecamatan Muara Pinang 193.72 kilometer persegi, Lintang Kanan 264,55 kilometer persegi, Pendopo 288,06 kilometer persegi, Ulu Musi 560,35 kilometer persegi, dan Kecamatan Pasemah Air Keruh 217,90 kilometer persegi.

2. Keadaan Alam

Kabupaten Empat Lawang terletak pada ketinggian wilayah yang bervariasi, antara 100 sampai dengan 700 meter dari atas permukaan laut. Wilayah barat-timur memiliki ketinggian antara 150-450 meter di atas permukaan laut. Daerah dengan ketinggian antara 300-450 meter di atas permukaan laut mencakup areal seluas 64 %. Pada wilayah Selatan Timur merupakan wilayah di daerah pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian rata-rata antara 600-700 meter di atas permukaan laut. Sedangkan ke arah Utara Timur, memiliki ketinggian antara 150-250 meter di atas permukaan laut, relatif datar dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Topografi Empat Lawang relatif berbukit dan bergelombang yang membentuk sebagian besar wilayahnya, sehingga pada umumnya merupakan perbukitan. Relief perbukitan ini terbentuk karena wilayah Kabupaten Empat Lawang termasuk dalam lajur pegunungan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang Pulau Sumatera bagian Barat.

Kabupaten Empat Lawang beriklim tropis basah dengan curah hujan antara 97–386 mm/hari sepanjang tahun. Curah hujan bervariasi dengan bulan November sebagai bulan dengan curah hujan terbesar, sedangkan pada bulan Juni merupakan bulan dengan curah hujan terendah sepanjang tahun. Suhu udara di Kabupaten Empat Lawang berkisar  30,47º C–32,16º C. Pada bulan-bulan tertentu, seperti April, suhu udara minimum mencapai rata-rata 22,7º C. Sedangkan pada bulan Januari, suhu udara maksimum bisa mencapai 37,1º C. Kelembaban udara di wilayah Kabupaten Empat Lawang berkisar antara 66,85–90,20 Rh. Kelembaban terendah terjadi pada bulan Desember, sementara kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Agustus. Kabupaten Empat Lawang merupakan daerah yang dialiri oleh banyak sungai. Beberapa sungai yang relatif besar adalah Sungai Musi, Sungai Air Lintang, Sungai Air Keruh dan Sungai Air Saling. Persediaan air sungai tersebut tergantung pada mata air dari Bukit Barisan.

3. Pertanian

Luas hutan di Kabupaten Empat Lawang berdasarkan data tahun 2009 adalah 54.192,93 Ha, yang terdiri dari Hutan Produksi Tetap seluas 3.357,85 Ha, Hutan Lindung seluas 48.489,2 Ha, serta Hutan Suaka Alam dan Hutan Wisata seluas 2.345,88 Ha. Berdasarkan distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2009, sektor pertanian memberikan kontribusi yang paling besar, yakni 44,52 persen. Bila dilihat ternyata hampir 50 % perekonomian Kabupaten Empat Lawang didukung oleh sektor pertanian.

Pada tahun 2009, produksi padi sawah mencapai 96.520 ton. Kecamatan penghasil padi terbesar adalah Kecamatan Pasemah Air Keruh sebesar 26.239 Ton. Sedangkan kecamatan penghasil padi yang paling sedikit berada di Kecamatan Talang Padang yaitu hanya 5.306 Ton. Ini dikarenakan

lahan di Kecamatan Talang Padang banyak digunakan oleh penduduk untuk menanami kopi. Sementara produksi padi ladang pada tahun 2009 sebesar 1.700 ton. Produksi tanaman palawija seperti komoditi ketela pohon mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari 969 ton di tahun 2008 menjadi 2.730 ton di tahun 2009, sedangkan komoditi jagung berproduksi sebesar 15.741 ton.

Sub sektor perkebunan di Kabupaten Empat Lawang merupakan sub sektor yang memberikan kontribusi paling besar di dalam sektor pertanian yaitu sebesar 49,42 persen. Komoditas perkebunan rakyat di Kabupaten Empat Lawang yang menghasilkan produksi relative besar adalah komoditas kopi dan karet. Jenis tanaman yang paling menonjol pada sektor perkebunan di Kabupaten Empat Lawang

adalah kopi, karet, kelapa, kemiri dan lada, sedangkan perkebunan teh Kabupaten Empat lawang belum memilikinya. Produksi kopi tidak menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 33.498 ton. Kecamatan yang paling banyak menghasilkan kopi atau sebagai Lumbung Kopi adalah Kecamatan Ulu Musi yaitu 10.771 ton (32,15 persen). Produksi karet mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 13.156 ton menjadi 11.231 ton di tahun 2009, kelapa 1.179 ton, dan produksi lada sebesar 3.480 ton.

Sub sektor peternakan terbagi menjadi ternak besar, ternak kecil dan unggas. Ternak besar yang terdapat di Kabupaten Empat Lawang adalah kerbau, sapi dan kuda. Sedangkan kambing, domba, babi termasuk pada kategori ternak kecil. Sementara yang termasuk unggas antara lain ayam ras, ayam buras dan itik. Secara umum, populasi ternak di Kabupaten Empat Lawang pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan 2008. Peningkatan tersebut masing-masing kerbau 2,7 persen, sapi 2,5 persen, kambing 2,5 persen, dan domba 2,6 persen. Sedangkan, ayam buras mengalami penurunan sebesar 2,5 persen.

Kabupaten Empat Lawang memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Hal tersebut di dukung karena hampir seluruh daerah di Kabupaten Empat Lawang dialiri oleh anak sungai musi.

Kecamatan yang paling besar produksi perikanan di tahun 2009 adalah Kecamatan Ulu Musi sebesar

16 ton. Hasil komoditi perikanan budidaya ini lebih banyak di produksi di areal pemeliharaan atau penangkaran jenis kolam, kemudian di ikuti oleh areal perikanan sawah, areal penangkaran pada perairan tambak dan areal keramba. Sedangkan, area pemeliharaan/penangkapan ikan jenis kolam paling banyak terdapat di Kecamatan Pendopo yaitu sebesar 90 Ha.

4. Penduduk

Pada tahun 2009, jumlah penduduk Kabupaten Empat Lawang 216.422 jiwa dengan jumlah rata-rata penduduk per desa 1.387 jiwa. Luas wilayah 2.256,44 Km² dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 95,91 jiwa/km². Kecamatan dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kabupaten Empat Lawang adalah Kecamatan Pendopo, yaitu sebesar 167,40 jiwa/km², diikuti Kecamatan Muara Pinang dengan tingkat kepadatan sebesar 148,43 jiwa/km². Sedangkan Kecamatan Ulu Musi merupakan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah hanya 64,44 jiwa/km². Kecamatan Tebing Tinggi sebagai pusat pemerintahan memiliki tingkat kepadatan penduduk 82,96 jiwa/km².

Luas Wilayah, Rata-Rata Jumlah Penduduk per Desa, Jumlah dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2009

No. Kecamatan Luas Wil. (Km²) Jml.Penduduk (Jiwa) Rata-Rata Penduduk per Desa Kepadatan (Jiwa/ Km²)
1 Muara Pinang 193,72 28.754 1.307 148,43
2 Lintang Kanan 264,55 23.965 1.498 90,59
3 Pendopo 288,06 48.221 1.607 167,40
4 Ulu Musi 560,38 36.111 1.444 64,44
5 Pasemah Air Keruh 217,90 19.781 1.319 90,78
6 Tebing Tinggi 590,93 49.021 1.401 82,96
7 Talang Padang 140,90 10.569 813 75,01
Jumlah 2.256,44 216.422 1.387 95,91

Sumber:Kabupaten Empat Lawang Dalam Angka 2010

Sementara itu, Sex Rasio penduduk Kabupaten Empat Lawang adalah sebesar 101,17 persen. Dari 7 kecamatan di Kabupaten Empat Lawang, Kecamatan dengan angka sex rasio terkecil terdapat di Kecamatan Tebing Tinggi sebesar 87,35 persen. Kecenderungan ini kemungkinan disebabkan pola migrasi, dimana kebanyakan laki-laki merantau ke luar daerah, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan maupun keperluan-keperluan lainnya. Penduduk laki-laki mengelompok pada mengelompok pada usia 15 -29 tahun sebanyak 14.043 orang. Sedangkan,

penduduk perempuan pada usia 10-14 tahun sebanyak 12.709 orang.

Sex Rasio Penduduk Kabupaten Empat Lawang Tahun 2009

No. Kecamatan Laki-laki (L) Perempuan (P) L + P Sex Rasio
1 Muara Pinang 14,664 14,090 28,332 104.08
2 Lintang Kanan 12,198 11,766 23,965 103.67
3 Pendopo 24,643 23,574 48,221 104.52
4 Ulu Musi 18,381 17,729 36,111 103.68
5 Pasemah Air Keruh 10,002 9,779 19,781 102.28
6 Tebing Tinggi 22,855 26,166 49,021 87.35
7 Talang Padang 6,097 4,472 10,569 136.34
Jumlah 108.840 107.580 216.422 101,17

Sumber : Empat Lawang Dalam Angka 2009

Berdasarkan perhitungan prediksi jumlah penduduk, maka didapatkan nilai prediksi perkembangan jumlah penduduk pada tahun 2008 hingga tahun 2014 sebagai berikut :

Prediksi Perkembangan Jumlah Penduduk Tahun 2008-2014

Tahun JUmlAHPENDUDUK (Jiwa) PertumbuhanPenduduk (%)
2003 205,258 -
2004 207,302 1,00
2005 209,345 0,99
2006 211,243 0,91
2007 211,622 0,18
2008 212,828 0,57
2009 213,922 0,51
2010 214,953 0,48
2011 215,939 0,46
2012 216,893 0,44
2013 217,824 0,43
2014 218,740 0,42

Berdasarkan tabel prediksi perkembangan jumlah penduduk di atas, terlihat bahwa dari tahun ke tahun perkembangan jumlah penduduk secara nominal menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2014, jumlah penduduk Kabupaten Empat Lawang diprediksi menjadi sebesar 218.740 jiwa, bertambah 7.118 dibandingkan tahun 2007, atau tumbuh sebesar 3,4 %.

Dari tahun 2003–2014, pertumbuhan penduduk Kabupaten Empat Lawang rata-rata sebesar 0,58 persen. Kecenderungan pertumbuhan tertinggi dicapai pada tahun 2003 – 2004 sebesar 1 %. Sementara kecenderungan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2006–2007 sebesar 0,18 %. Kecenderungan prediksi pertumbuhan penduduk yang relatif rendah ini mensyaratkan adanya keberhasilan pengelolaan program Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk.

5. Angkatan Kerja

Angkatan kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja, sementara tidak bekerja, maupun yang sedang mencari pekerjaan. Penduduk yang bekerja namun umurnya di bawah 15 tahun maka tidak termasuk ke dalam kelompok angkatan kerja. Dilihat karakteristiknya, angkatan kerja di Kabupaten Empat Lawang sebagian besar berusia 15-29 tahun yang menunjukkan sebagai angkatan kerja muda.

Pada tahun 2009, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Empat Lawang berjumlah 152.850 orang yang sebagian besar merupakan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Empat Lawang sebesar 106.625 orang terdiri dari 66.429 laki-laki dan 40.196 perempuan. Dari sejumlah angkatan kerja tersebut, 5.926 orang diantaranya sedang mencari pekerjaan. Jumlah pengangguran Kabupaten Empat Lawang ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 8.344 orang.

6. Politik

Pada pemilu tahun 2009 tercatat sebesar 64,10 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya dari semua pemilih terdaftar. Dari hasil pemilu tersebut, komposisi anggota DPRD yang terpilih di Kabupaten Empat Lawang tahun 2009 terdiri dari partai Golkar sebanyak 10 orang, 7 orang fraksi PAN, 5 orang Fraksi G-5, dan 8 orang fraksi G-8. Sampai saat ini, DPRD Kabupaten Empat Lawang telah menghasilkan Peraturan Daerah sebanyak 15 buah, Keputusan DPRD sebanyak 2 buah,

Keputusan Pimpinan Dewan sebanyak 3 buah dan 4 buah Keputusan Panitia.

Banyaknya Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) 171.237 dan yang melaksanakan hak pilihnya pada Pemilu 109.769 atau 64.10 %, masing-masing Muara Pinang dari jumlah pemilih dalam DPT 22.723 yang menyampaikan hak pilihnya sebanyak 14.449 atau 63,59 %, Lintang Kanan dari jumlah pemilih dalam DPT 19.610 yang menyampaikan hak pilihnya sebanyak 10.705 atau 54.59 %, Pendopo dari jumlah pemilih dalam DPT 35.705 yang menyampaikan hak pilihnya sebanyak 24.017 atau 67.27 %,  Ulu Musi dari jumlah pemilih dalam DPT 28.555 yang menyampaikan hak pilihnya sebanyak 17.359 atau 60.79 %, Pasemah Air Keruh dari jumlah pemilih dalam DPT 14.679 yang menyampaikan hak pilihnya 10.378 atau 70.70 %, Tebing Tinggi dari jumlah pemilih dalam DPT 40.446 yang menyampaikan hak pilih sebanyak 27.042 atau 66.86 %, Talang Padang dari jumlah pemilih dalam DPT 9.519 yang menyampaikan hak pilih 5.819 atau 61.13 %.

Penulis: Syamsul Fikri (081373316333/081273333497)

About these ads
Kategori:EMPAT LAWANG
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: