Beranda > Umum > Keong Emas Menjadi Persoalan

Keong Emas Menjadi Persoalan

9 April 2011

Setiap Musim Tanam Serang Ratusan Hektar Padi

KEONG emas hingga kini masih menjadi persoalan serius yang dihadapi para petani padi sawah di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker). Setiap musim tanam, salah satu hama yang cukup menjengkelkan bagi para petani menyerang padi sawah hingga ratusan hektar. Akibatnya, hasil panen petani menurun dan ada pula yang menderita gagal panen.

Banyaknya keong emas yang secara tiba-tiba telah menyerang tanaman padi ini, membuat para petani harus merelakan batang padi rusak, hingga akhirnya mati dan tak berbuah. Tanaman padi warga yang telah banyak diserang hama keong emas ini, diantaranya berlokasi di Desa Penantian, Pagarjati, Talang Randai dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).

Dari hasil pantauan sepekan lalu, upaya pemusnahan hama keong emas ini dilakukan para petani dengan cara melakukan penyemprotan insektisida dan mengumpulkan keong emas itu secara manual, hingga berkarung-karung. Menurut beberapa petani yang ditemui, mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membasmi hama pemakan tanaman itu dengan penyemperotan insektisida jenis siportox, namun keong emas itu tetap menyerang tanaman padi secara membabi buta.

‘’Serangan hama keong emas ini membuat kita kewalahan. Hasil panen sudah jelas menurun, tapi harus bagaimana lagi semua upaya telah kita lakukan namun tetap saja hama ini merajalela,’’ ungkap Wadi (26), salah seorang petani Desa Penantian, Kecamatan Paiker.

Dikatakannya, dalam satu hektare sawah itu paling tidak bisa terkumpul 8 karung besar keong emas. Hama ini juga memakan padi yang masih muda yakni sejak bercocok tanam hingga berumur satu bulan. Apabila dimakannya, maka serumpun padi itu akan habis dan tidak mungkin tumbuh lagi. “Kita juga terpaksa mengeluarkan biaya banyak, karena selain membeli insektisida juga harus mengupah orang memungut keong emas yang berada ditengah sawah itu baik yang masih hidup ataupun yang mati, karena bila tidak dikumpuli rumah keong itu cukup tajam dan bisa melukai kaki ketika mengola sawah,” terangnya.

Hal senada dikatakan Basuki, petani lainnya, tampaknya sekarang ini sedang musimnya banyak keong, karena sebagian besar sawah dalam Kecamatan Paiker ini terserang. Panen sebelumnya juga menurun akibat terserang keong emas itu. “Sebelumnya, meskipun terbilang sedikit ketimbang sekarang ini hasil panen sawah saya satu hektare hanya 3 ton, padahal maksimal 5 ton. Entah lah hasil panen padi kali ini, karena keong emasnya lebih banyak, ya dua hari saja setelah disemperot insektisida sudah kembali banyak,” ujarnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri/4LE (085273231111-081373316333)

Kategori:Umum
  1. M. Fadlullah A.
    9 April 2011 pukul 18:19 | #1

    Masalah di atas bisa menjadi peluang baru bagi para petani…!?!

Komentar ditutup.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: