Beranda > EMPAT LAWANG > Oknum Guru Perkosa Anak Murid

Oknum Guru Perkosa Anak Murid

4 Agustus 2011

Taufik, oknum guru SD yang divonis 7 tahun penjara karena terbukti telah memperkosa anak muridnya sendiri.

ENTAH setan apa yang merasuki pikiran Taufik (49), oknum guru pada salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Empat Lawang, sehingga nekad memperkosa muridnya sendiri sebut saja Bunga (13). Tragisnya, perbuatan amora

l itu dilakukan guru bejat ini di ruang guru, di saat para guru dan siswa lainnya sedang melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelasnya masing-masing.

Korban berhasil diperkosa, karena takut terhadap ancaman sang guru yang tidak akan meluluskan korban dalam ujian akhir nasional (UAN). Karena ancaman itulah, korban akhirnya pasrah dan membiarkan tubuhnya digerayangi guru Taufik. Atas laporan dari keluarga korban, Taufik akhirnya harus menikmati buah dari hasil perbuatannya sendiri dengan menjalani hukuman selama 7 tahun penjara.

 Hukuman tersebut harus diterimanya setelah majelis hakim pengadilan negeri (PN) Lahat menjatuhkan vonis hukuman pada sidang yang berlangsung Rabu (27/7). Disamping vonis 7 tahun penjara, Taufik juga dikenakan denda sebesar Rp60 juta atau subsidair tiga bulan kurungan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya 10 tahun penjara.

Majelis ha

kim yang diketui Raja Mahmud SH, beranggotakan Mulyadi Ariwiboro SH dan Guntur Nurjadi SH, menyatakan Taufik telah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, sehingga melanggar pasal  81 ayat 1 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun beberapa hal juga menjadi pertimbangan hakim dalam mengambil keputusan, seperti terdakwa mengakui perbuatannya dan belum pernah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Mendengar putusan majelis hakim, Taufik hanya bisa tertunduk diam dan terpaksa harus menerima putusan majelis hakim tersebut. “Harus bagaimana lagi, saya terima putusan itu pak hakim,” ucap Taufik, saat ditanya ketua majelis hakim Raja Mahmud SH. Sementara JPU Indah Sari menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Usai sidang Taufik yang saat itu mengenakan kopiah dan berbaju berwarna putih, langsung beranjak pergi menuju ruang tahanan sementara di PN Lahat. Tanpa mau memberikan komentar, Taufik enggan memberikan penjelasan saat diwawancarai para kuli disket yang hari itu melakukan peliputan berita di PN Lahat.

Sekedar mengingatkan, kasus pemerkosaan tersebut terjadi pada Sabtu (13/3) lalu. Kejadiannya berawal ketika korban yang duduk di kelas VI itu sedang mengikuti proses belajar dan mengajar di dalam kelas, guru Taufik memanggilnya korban ke ruang guru. Saat itu, Taufik bermaksud ingin menanyakan uang les yang belum dibayar korban.

Namun, setelah korban masuk ke ruang guru tiba-tiba saja Taufik mengunci pintu ruangan. Tanpa banyak bicara lagi, Taufik yang mengetahui suasana di sekitarnya sepi langsung saja menciumi pipi dan meremas payudara korban. Walau korban sempat berontak, namun oknum guru bejat ini terus berusaha memeluk tubuh gadis bertubuh tinggi besar ini sambil mengancam korban agar tidak melawan dan melayani nafsu birahinya. Bila tidak mengikuti kemauannya, guru bejat ini tidak akan meluluskan korban dalam mengikuti ujian akhir nasional (UAN).

Karena takut dengan ancaman itu, korban pun hanya bisa pasrah dan membiarkan begitu saja gurunya mengerayangi tubuhnya hingga sampai memperkosanya. Saat kejadian berlangsung memang tak ada satupun guru maupun murid SD tersebut yang mengetahuinya, sehingga aksi guru bejat ini berjalan lancar.

Usai melampiaskan nafsu birahinya, guru Taufik langsung menyuruh korban untuk kembali ke ruang kelasnya guna mengikuti pelajaran seperti biasanya. Dengan perasaan sedih dan takut, korban berusaha tidak menampakkan kalau dirinya baru saja menjadi korban pemerkosaan. Setelah pulang dari sekolah, barulah korban menceritakan aib yang menimpanya itu kepada kedua orang tuanya.

Keluarga korban yang mendengar perlakukan sang guru tersebut sempat terbakar emosi dan ingin mendatangi oknum guru bejat tersebut. Namun atas kesepakatan pihak keluarga yang lain, kasus ini kemudian dilaporkan ke aparat kepolisian.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111-081273333497)

About these ads
Kategori:EMPAT LAWANG
  1. bunga
    2 September 2011 pukul 00:02

    emang bejat! mending gurunya hub. saya biar puas. ckck

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: