Beranda > EMPAT LAWANG > Bupati Kecewa, PNS Masih Tidak Disiplin

Bupati Kecewa, PNS Masih Tidak Disiplin

28 Februari 2009

EMPAT LAWANG – Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA)MM (HBA) sempat kecewa terhadap kinerja para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Empat Lawang. Karena hingga saat ini, kedisiplinan pegawai masih belum ada perubahan. Hal ini terbukti dengan banyaknya para PNS yang ngantor semaunya.

Melihat kondisi ini, Bupati HBA memberikan deadline kepada para PNS hingga Maret 2009 untuk lebih meningkatkan disiplin kerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

Jika hingga batas waktu yang diberikan kedisiplinan PNS tidak ada perubahan, maka HBA menekankan agar PNS serta pejabat tidak berkecil hati jika nanti dimutasikan. “Jika tidak ada perubahan hingga Maret, jangan kecil hati kalau saya mutasikan. Masih banyak orang lain yang siap,” tegasnya orang nomor satu di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati HBA saat melantik 37 pejabat eselon II, III dan IV di Pendopoan rumah dinas bupati di Jalan Tebing Benteng Tebing Tinggi, Senin lalu. Pelantikan sempat molor, lantaran para pejabat yang akan dilantik sebagian belum datang. Hampir satu jam Bupati HBA menunggu kedatangan para pejabat yang hendak dilantik yang seyogyanya berlangsung pukul 08.30 WIB.

‘’Saya benar-benar kecewa, karena kedisiplinan pegawai masih belum ada perubahan,’’ tegasnya dihadapan para pejabat yang dilantik dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) HM Eduar Kohar SE MM.

Bupati HBA mengakui sejak dirinya dilantik hingga saat ini para pegawai di Pemkab Empat Lawang terlihat masih loyo. “Saya merasa capek. Sejak saya dilantik sampai sekarang kedisiplinan pegawai tidak ada perubahan,” ujarnya.

Bahkan menurut HBA, di kalangan pejabat eselon II juga hampir tidak ada perubahan. Kepada para pejabat HBA minta kalau memang tidak sanggup menduduki salah satu jabatan hendaknya segera memberitahukannya dari sekarang biar cepat dipindahkan.

“Kalau tidak sanggup silahkan minggir. Banyak orang lebih siap dan mampu,’’ tegasnya.

Lebih lanjut HBA menegaskan para pejabat diminta tidak menjadi penjilat jabatan ataupun merengek minta jabatan. Menurutnya jabatan itu diberikan atas penilaian kinerja dan prestasi bukan karena merengek, jadi persoalan pelantikan dan mutasi jangan lagi dijadikaan ajang perdebatan dan lainnya. Pria murah senyum ini mengungkapkan sejak dirinya dilantik sudah ada empat pejabat yang dibangku panjangkan karena merengek meminta jabatan. Para pejabat ini melobi salah seorang keluarga bupati. Sebagai daerah baru kedisiplinan adalah harga mati di Empat Lawang.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) HM Eduar Kohar SE MM, selaku pembina PNS di lingkungan Pemkab Empat Lawang mewajibkan setiap PNS untuk mengikuti semua aturan yang ditelah ditetapkan termasuk soal kedisiplinan absensi. Para kepala dinas, badan dan lainnya dilarang memberikan toleransi absensi kepada pegawainya.

“Setiap pagi apel jam 8.00 WIB, dan apel siang pukul 14.30 WIB tidak masuk buat tidak masuk jangan ada toleransi,” tegasnya, kemarin.ska

Bagi pimpinan yang ketahuan melakukan “kongkalikong” absensi akan diberi sanksi tegas. Sanksi ini diberikan sesuai tingkat kesalahan, bahkan bisa saja dilakukan mutasi jabatan. Pihaknya akan melakukan evaluasi absensi tiga bulan sekali. Pegawai yang disiplin akan diberikan penghargaan, sedangkan yang paling jelek akan diberi sanksi. Khusus untuk pejabat diintruksikan untuk menetap di Empat Lawang. Tidak ada toleransi lagi, setiap pejabat dan PNS harus tinggal di Empat Lawang. Sesuai arahan Bupati H Budi Antoni Aljufri SE MM, bagi yang tidak siap mengikuti aturan yang ditetapkan silahkan minggir.

Ditegaskannya jika pejabat tidak menetap di Empat Lawang maka kosentrasi terhadap pekerjaan tidak akan maksimal, karena pikiran mereka akan terbelah. Kalau sudah begini jelas kinerjanya tidak akan maksimal. “Empat Lawang butuh orang yang betul-betul punya komitmen membangun, bukan orang yanga hanya mencari jabatan ataupun sekedar batu loncatan untuk mendapatkan jabatan di Palembang atau Lubuk Linggau dan lainnya,” tegas Eduar.(sf)

Ditulis Oleh: Syamsul Fikri/Empat Lawang Expres (0813-73316333)

Kategori:EMPAT LAWANG
%d blogger menyukai ini: