Beranda > EMPAT LAWANG > Melihat Lebih Dekat Mesjid Baitul Rohim Kelurahan Jayaloka

Melihat Lebih Dekat Mesjid Baitul Rohim Kelurahan Jayaloka

18 September 2009

Dibangun Dengan Modal Awal Rp400 ribu

UANG memang bukanlah segalanya. Dengan niat tulus dan kerja keras, sesuatu yang baik untuk kepentingan umat bisa terlaksana. Apalagi untuk pembangunan sebuah tempat ibadah, untuk menyembah sang Khalik. Dengan modal awal Rp400 ribu, sebuah mesjid megah nan kokoh bisa berdiri di tengah-tengah hunian masyarakat Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Mesjid Baitul Rohim itulah nama sebuah mesjid yang awalnya hanyalah sebuah mesjid dibangun seadanya, dengan atap dan dinding dari papan yang sudah usang. Di bangunan tua inilah, masyarakat Kelurahan Jayaloka mengerjakan shalat berjemaah. Tak heran jika musim hujan terjadi, mesjid yang dulunya terlihat reot tersebut selalu bocor dan basah disiram air hujan.

Namun sejak 1995 lalu, dengan niat tulus dan tekad yang kuat, mesjid yang dulunya tidak layak huni tersebut berubah menjadi sebuah rumah Allah yang megah dan kokoh. “Modal awal pembangunan mesjid ini hanya Rp400 ribu, hasil dari pengurus mesjid dan masyarakat. Namun alhamdulillah, pembangunannya tidak pernah terhenti hingga selesai seperti sekarang,” ungkap H Muhsin, Ketua Umum Mesjid Baitul Rohim, Kelurahan Jayaloka, Sabtu (12/9).

Muhsin menceritakan, mereka merasa prihatin dengan kondisi mesjid yang dulunya seperti rumah tua tak berpenghuni. Dengan kerjasama yang baik antara pengurus mesjid yang ada, serta dibantu masyarakat sekitar, pembangunan mesjid yang menelan biaya sekitar puluhan juta tersebut bisa terlaksana dalam waktu tidak lebih dari dua tahun.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi mesjid kami yang dulu, seperti rumah tua tak berpenghuni. Dengan tekad dan niat baik adri pengurus mesjid dan bantuan dari masyarakat, mesjid Baitul Rohim bisa berdiri seperti yang kita lihat sekarang,” paparnya.

Bapak yang kerap disapa pak haji ini menjelaskan, modal utama dalam membangun sebuah mesjid tidak mesti dari dana yang sudah banyak. Namun dengan niat tulus dan percaya terhadap bantuan Allah SWT, insya Allah niat tersebut bisa terlaksana dengan mudah dan rezeki selalu di berikan Allah SWT dari apa-apa yang tidak pernah kita perkirakan sebelumnya.

“Allah SWT selalu membantu hambanya yang mempunyai niat dan tekad yang baik, seperti membangun sebuah rumah ibadah. Kami tidak pernah membayangkan bisa membangun mesjid seperti ini, dengan modal awal hanya Rp400 ribu,” jelasnya.

Selama bulan suci Ramadhan 1430 H, mesjid baitul Rohim selalu disesaki jemaah yang ingin mengerjakan ibadah shalat Isya’ dan taraweh berjamaah. Setiap malam sebelum mengerjakan shalat taraweh, juga selalu diadakan pemberian kultum dari ustad yang sudah ditunjuk sebelumnya.

Selesai mengadakan shalat taraweh berjamaah, beberapa pengurus mesjid baitul Rohim juga selalu mengadakan tadarusan. Tidak hanya pengurus mesjid, beberapa masyarakat yang ingin melaksanakan tadarusan juga terlihat ramai setiap malamnya.

“Selama bulan Ramadhan 1430 H ini, di mesjid Baitul Rohim selalu mengadakan berbagai kegiatan keagamaan. Diantaranya, shalat Isya’ dan Taraweh berjamaah, tadarusan, pemberian kultum sebelum melaksanakan Taraweh dan kegiatan keagamaan lainnya,” pungkas Muhsin, menutup cerita tentang pembangunan Mesjid Baitul Rohim, sambil bersiap-siap menyiapkan buka puasa.(*)

Ditulis Oleh: Syamsul Fikri/Empat Lawang Expres (081368684041)

Kategori:EMPAT LAWANG
%d blogger menyukai ini: