Beranda > EMPAT LAWANG > HBA: Bangun Mental Masyarakat

HBA: Bangun Mental Masyarakat

26 November 2009

PEMBANGUNAN sebuah daerah tidak tergantung dari bangunan fisiknya belaka, melainkan pembangunan mental dan iman dari masyarakatnya lebih utama. Namun, pembangunan keduanya, tentunnya bisa membuat daerah tersebut menjadi sebuah daerah yang damai serta penuh kesejukan.

Pembangunan dan pembinaan keagamaan ulama, umara serta masyarakat secara umum, menjadi tujuan utama dari sebuah daerah yang berharap menjadi Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur. Hal inilah yang menjadi acuan dari program TP PKK Kabupaten Empat Lawang, menggelar pengajian rutin dengan mengundang berbagai penceramah dari dalam dan luar Kabupaten Empat Lawang.

Seperti pelaksanaan pengajian rutin kesepuluh TP PKK Empat Lawang, Jumat (20/11) lalu. Ratusan jamaah pengajian memadati pendopoan rumah dinas bupati Empat Lawang, untuk mendengarkan arahan dan bimbingan secara langsung dari Ustadz Kgs Makmun, yang merupakan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) yang selalu hadir di setiap pengajian rutin tersebut mengatakan, pembinaan akhlak dan mental masyarakat serta pejabatnya harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, sebagai manusia, tidak menutup kemungkinan seseorang bisa lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah SWT.

“Sebagai manusia, kita sering lupa dan lalai. Melalui pengajian ini, kita berharap selalu ingat dengan tugas kita. Baik terhadap sesama manusia, pekerjaan serta tugas kita sebagai hamba Allah SWT,” ujarnya.

HBA juga mengatakan, melalui pengajian rutin tersebut, diharapkan jalinan silaturrahmi antar sesama bisa tetap terjalin dengan baik. Baik antar pejabat yang ada maupun terhadap semua masyarakat Empat Lawang. “Salah satu ciri orang yang pandai adalah, dengan selalu menjaga hubungan silaturahmi antar sesama,” cetusnya.

Kgs Makmun, dalam ceramahnya mengatakan, hidup di dunia merupakan sebuah perjalanan yang akan menemukan jalan akhir. Akhir dari sebuah perjalan tersebut, dikenal dengan kehidupan akhirat. “Sebelum meneapaki perjalanan yang lebih jauh di kehidupan akhirat kelak, tentunya kita memerlukan bekal yang banyak,” ungkap Makmun, seraya menambahkan, bekal yang dimaksud bukanlah harta kekayaan duniawi. “Dengan bekal iman dan taqwa pada Allah SWT, kita bisa mengarungi kehidupan selanjutnya dengan selamat,” pungkasnya.(*)

Ditulis Empat Lawang Expres (081373316333)

Kategori:EMPAT LAWANG
%d blogger menyukai ini: