Beranda > EMPAT LAWANG > 70 Rumah Terendam Banjir

70 Rumah Terendam Banjir

26 Januari 2010

LAHAT – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Merapi Timur, Minggu (17/1), merendam pemukiman penduduk di  Desa Sirah Pulau Kecamatan Merapi Timur. Sedikitnya 70 rumah warga terendam air dengan kedalaman 1-2 meter.

Air mulai menggenangi pekarangan rumah warga sekitar pukul 06.00 WIB dan berangsur surut sekitar pukul 10.00 WIB. Bukan hanya pekarangan dan rumah warga yang terendam. Genangan air juga memenuhi badan jalan lintas sumatera (Jalinsum) hingga ketinggian 30 cm. Jalur lalu lintas pun sempat macet dan kendaraan terpaksa harus ekstra hati-hati.

Pantauan Empat Lawang Expres dilokasi banjir, genangan air hujan terparah terjadi di Desa Sirah Pulau. Tidak hanya rumah penduduk yang terendam banjir, lahan pertanian juga ikut kebanjiran.

Camat Merapi Timur Ahmad Hadiah didampingi Kades Sirah Pulau Huzain mengaku, bencana banjir yang terparah di Sirauh Pulau pernah terjadi 1979 silam. Padahal, sebelumnya seperti 2009 lalu sempat terjadi tiga kali banjir hanya saja ketinggian air tak melebihi lutut kaki.

            “Sedikitnya 70 rumah terendam hingga 1 meter hingga 2 meter. Kejadian ini menyebabkan banyak barang elektronik warga yang rusak akibat terendam air,’’ ujarnya.

Diuraikan, banjir terjadi lantaran hujan yang mengguyur wilayah desa tersebut memang cukup deras dan tidak pernah berhenti hingga menjelang waktu subuh. Dan akhirnya meluap merendam pemukiman desa yang terdiri 246 KK dengan jumlah mencapai 1000 jiwa.

Sebenarnya, air ini merupakan air kiriman dari daerah lain. Pemicu lain, dipastikan berkurangnya daerah resapan air berupa areal perkebunan dan hutan yang mulai berangsur gundul.

            Dia juga tidak menampik, ditengah euforiah eksplorasi tambang batubara yang membuka atau menggarap lahan yang dahulunya areal kebun atau hutan menjadi lahan terbuka. Bisa saja ini, salah satu factor pemicunya penyebab makin parahnya banjir.

            “Yang jelas, berkurangnya lahan resapan air seperti berkurangnya areal kebun atau hutan yang mulai gundul bisa saja penyebab bencana banjir ini,” ujarnya menegaskan tak ada korban jiwa dari bencana tersebut. Sementara nilai kerugian materil hingga kemarin petang belum diketahui.            Bencana banjir ini telah menyita perhatian sejumlah pihak. Diantaranya, Pihak Kecamatan Merapi Timur beserta Tim Tagana Dinas Kesejahteraan sosial (Dinsos) Kabupaten Lahat.

Kadinkessos Hj Rechnawaty melalui Koordinator Tim Tagana Haris Budiman mengatakan, atas bencana banjir ini pihaknya tidak tinggal diam dan langsung menerjunkan puluhan personil ke lokasi setidaknya berusaha membantu korban banjir.

            “Di lokasi, sekitar pukul 09.00 WIB tenda Dapur Umum telah berdiri dan telah menyiapkan keperluan sembako korban bencana banjir untuk sementara waktu hingga kembali normal,” tukasnya.

Selama dua hari terakhir bantuan dari para dermawan mulai berdatangan, seperti dari PT BA. (*)

Ditulis: Empat Lawang Expres (081373316333)

Kategori:EMPAT LAWANG
%d blogger menyukai ini: