Beranda > EMPAT LAWANG > Surplus Beras Capai 27.379 ton

Surplus Beras Capai 27.379 ton

18 Agustus 2010

MESKIPUN bukan daerah lumbung padi di Sumatera Selatan (Sumsel),

Prof Dr H Tirta Jaya Jenahar SE MSi

namun produksi padi Kabupaten Empat Lawang mengalami surplus 27.379 ton pada program swasembada pertanian 2009. Surplus ini ditinjau dari total produksi padi 91.337 ton gabah kering giling atau setara dengan 58.824 ton beras, dari luas panen meningkat menjadi 20.320 hektar dengan produktivitas 45,46 kwintal per hektar.

Sementara kebutuhan beras bagi masyarakat di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati sebanyak 31.445 ton beras, dengan demikian surplus beras mencapai 27.379 ton. Dibanding surplus beras pada 2008 sebanyak 17.671 ton, maka terjadi peningkatan surplus beras sebanyak 11.554 ton (24,44 %).

’’2010 diperkirakan terjadi peningkatan produksi padi sebanyak 120.069 ton atau setara dengan 74.442 ton beras dengan kebutuhan beras meningkat sebanyak 33.017 ton, maka surplus beras diperkirakan mencapai 44.425 ton,’’ demikian dikatakan Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA) didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perternakan dan Perikanan, Prof Dr Tirta Jaya J, kemarin.

Menurut Bupati HBA, keberhasilan program swasembada pangan ini ditunjang oleh beberapa kegiatan, diantaranya upaya intensifikasi dan exstensifikasi. Upaya intensifikasi, katanya telah dilakukannya penanaman dua kali setahun (IP 200 %) bahkan 3 kali setahun (IP 300 %), pada lahan setengah teknis dan irigasi desa.

‘’Kita juga telah menggunakan benih unggul varietas cihera, cigelis, IR 64 dan hibrida dibantu dari pusat, provinsi dan APBD Kabupaten Empat Lawang. Bahkan pada 2010 kita memprogramkan penangkaran benih unggul label ungu seluas 140 Ha, dengan harapan dapat menghasilkan 420 ton benih padi unggul label biru sehingga dapat memenuhi kebutuhan padi seluas 16.800 Ha,’’ jelasnya.

Disamping itu, katanya pengolahan lahan juga telah dilakukan dengan menggunakan handtraktor. Jumlah Handtraktor di kabupaten Empat Lawang sebanyak 178 Buah, sedangkan kebutuhan untuk mengolah lahan seluas 20.320 Ha. ‘’Handtraktor yang dibutuhkan petani sebanyak 812 unit, karena itu kita masih kekurangan handtraktor sebanyak 632 unit,’’ tambahnya.

Dilanjutkannya, perontokan padi telah mengggunakan alat power thresser. Jumlah power thresser yang ada sebanyak 84 unit, sedangakn kebutuhan untuk merontok padi sebanyak 321 unit, sehingga masih kekurangan 237 unit. Untuk penggilingan padi menggunakan alat giling padi  sebanyak (RMU 2 pass).  Jumlah alat giling padi sebanyak 7 unit, sedangkan yang dibutuhkan 28 unit, dengan demikian kekurangan mencapai 21 unit.

‘’Untuk pemupukan telah dilakukan dengan menggunakan SP 36, ZA dan NPK serta pupuk organic. Kebutuhan pupuk 4.100 ton per tahun diperoleh dari pupuk subsidi dan bantuan pupuk langsung dari dana bantuan APBN pusat sangat membantu petani di Kabupaten Empat Lawang,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati HBA, untuk upaya extensifikasi telah dilakukan perluasan areal tanam melalui program perluasan areal sawah seluas 640 hektar pada lahan kering, lahan tidur dan semak belukar dengan cara optimalisasi lahan 50 Ha, cetak sawah 190, jaringan tingkat usaha tani seluas 200 Ha dan jaringan irigasi desa  200 Ha.(*)

Ditulis : Syamsul Fikri/Empat Lawang Expres  (081373316333)

Kategori:EMPAT LAWANG
%d blogger menyukai ini: