Beranda > EMPAT LAWANG > Banjir Nyaris Rendam Dua Desa

Banjir Nyaris Rendam Dua Desa

12 November 2011

DESA Padang Gelai dan Talang Randai, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker)  dilanda banjir bandang Jumat (11/11) dini hari kemarin. Banjir tersebut akibat meluapnya debit air di Sungai Keruh.

Puluhan rumah serta sekitar 4 hektare sawah di Desa Padang Gelai terendam air dengan ketinggian sekitar 30-40 cm, sedangkan di Desa Talang Randai air hanya menggenangi jalan desa tersebut. Banjir tersebut diketahui warga sekitar pukul 05.00 WIB, hal ini dipicu oleh derasnya hujan yang turun diwilayah tersebut serta dibagian hulu Sungai Keruh.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun material yang dibawa oleh air seperti lumpur menggenangi rumah warga. Saat dikonfirmasi Kepala Desa (Kades) Padang Gelai, Ismail membenarkan kejadian tersebut, meskipun kondisi air sudah menyurut dan tidak ada korban jiwa namun menurutnya warga masih dihantui rasa takut ada banjir susulan.

Mengingat saat ini intensitas hujan di wilayah tersebut sedang tinggi. Menurutnya, kekhawatiran warga terutama kepada areal perswahan mereka,karena jika terjadi banjir lebih besar ratusan hektare sawah terancam rusak dan dipastikan mengalami kegagalan panen. Pihaknya berharap, Pemda setempat segera melakukan pembuatan tanggul penahan air untuk melindungi pemukiman warga dan areal persawahan dari ancaman banjir dari Sungai Keruh.

”Kalau hujan terus turun, warga khawatir sawahnya terendam banjir dan gagal panen,” ungkapnya. Dikatakannya, kejadian tersebut baru pertama kali dialami desa tersebut, apalagidisertai dengan material seperti lumpur dan kayu. Dia menduga kejadian ini dipicu akibat gundulnya hutan di bagian hulu Sungai Keruh, yang mengakibatkan Sungai Keruh menjadi dangkal.

Sementara Camat Pasemah Air Keruh (Paiker) Syaiful Sahri mengatakan, sejauh ini pihaknya dan pemerintah desa telah meninjau secara langsung ke lokasi yang terendam banjir, baik itu rumah warga serta ke areal persawahan yang terendam banjir.

Menurutnya, banjir telah surut namun masih ada bekas-bekas material yang terbawa air dan tertinggal dijalanan desa dan rumah warga.Warga bersama dengan pihak Taruna Tanggap Bencana (Tagana) bahu membahu membersihkan material yang terbawa air. Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Pemkab Empat Lawang.

”Kita telah mengajukan guna mendapatkan bantuan mulai dari tanggul untuk menahan luapan sungai air keruh agar tidak merendam areal sawah dan pemukiman warga, mengenai kerugian material yang dialami sedang dalam perincian,” ungkapnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Kategori:EMPAT LAWANG
%d blogger menyukai ini: