Beranda > MUARA ENIM > Bangub Belum Turun, Kades Terpaksa Ngutang

Bangub Belum Turun, Kades Terpaksa Ngutang

14 November 2011

SEBAGIAN besar kepala desa dan kelurahan yang berada di dalam Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, mempertanyakan kapan bantuan desa (Bandes) yang berasal dari Gubernur Sumsel turun. Sebab,  sudah hampir akhir tahun belum ada tanda-tanda akan turun, padahal dana tersebut dipergunakan untuk operasional dan pembangunan di desa dan kelurahan.

“Kalau dahulu sebelum tahun 2009, Bandes Gubernur tersebut diberikan dua termin dalam setahun. Tetapi kalau sekarang diberikan satu tahun sekali,” ungkap beberapa kepala desa di Kabupaten Muaraenim yang enggan disebutkan namanya dengan alasan tidak etis, Senin (14/11), di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahab Desa (BPMD) Muaraenim di sela-sela mengambil dana operasional desa dari Kabupaten Muaraenim.

Menurut para Kades, untuk bantuan desa dari Gubernur tersebut diberikan kepada setiap desa sekitar Rp 20 juta setahun dengan perincian Rp 10 juta untuk fisik dan Rp 10 juta untuk operasional dan kegiatan rutin di desa seperti posyandu, PKK, karang taruna dan sebagainya. Bantuan tersebut diberikan secara triwulan tetapi dicairkan dua kali (termin) dalam setahun. Namun sejak tahun 2009, sistem pencairan bangdes tersebut diubah yakni setahun sekali dan pencairannya rata-rata pada akhir tahun yakni sekitar bulan November dan Desember.

Yang menjadi permasalahan dari bulan Januari hingga Desember tersebut sudah banyak kegiatan yang harus dilakukan oleh pihak desa atau kelurahan, namun pihaknya tidak mempunyai dana untuk hal tersebut. Dan solusinya pihaknya terpaksa harus pinjam atau berupaya sendiri untuk menutupi biaya tersebut.

“Sebagai contoh untuk posyandu itu per bulannya Rp 200 ribu, jadi kalau setahun Rp 2,4 juta. Belum lagi ditambah kegiatan lain yakni PKK, Karang Taruna dan lain-lain. Kalau kades/lurahnya orang mampu mungkin bisa ditutupi dulu, tapi kalau yang pas-pasan tentu akan menjadi masalah bisa-bisa kegiatan tersebut tidak jalan. Kami berharap kalau bisa cairnya awal tahun sehingga bisa digunakan, sebab kami pernah trauma jika tidak salah pada tahun 2009 dananya sempat tidak jadi turun dan kami banyak uangnya tidak dibayar,” ujar mereka.

Ketika dikonfirmasi ke Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) melalui Sekretaris Amiruddin SSos MM, membenarkan jika dana bandes dari Sumsel tahun 2011 belum turun. Adapun jumah bantuan tersebut yakni bervariasi tergantung status desa dan kelurahan tersebut seperti untuk desa definitif yakni sebesar Rp 20 juta, desa persiapan Rp 15 juta, kelurahan Rp 12,5 juta. Dana tersebut memang dibagikan satu tahun sekali sejak tahun 2009. Dan biasanya dana tersebut dibayarkan setiap akhir tahun sekitar bulan November dan Desember.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

Kategori:MUARA ENIM
%d blogger menyukai ini: