Beranda > OGAN KOMERING ULU (OKU) > Pertamina Kurangi Jatah BBM

Pertamina Kurangi Jatah BBM

14 November 2011

SALES Representatif wilayah V Sumatera Selatan Pertamina Pemasaran Region II Arif mengakui pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten OKU, OKU Selatan, dan OKU Timur dikurangi. Pengurangan ini disebabkan kuota subsidi BBM di tiga kabupaten ini sudah lebih. “Hingga Oktober 2011 lalu, premium di OKU lebih 6%, OKU Selatan lebih 1% dan OKU Timur lebih 1%,” ungkap Arif.

Sedangkan untuk jenis Solar,kebutuhan di Kabupaten OKU lebih 2%, OKU Selatan lebih 2%, sedangkan OKU Timur masih di bawah kuota. Dibeberkan Arif, jatah premium untuk Kabupaten OKU pada 2011 sebanyak 46.400 kiloliter (kl), OKU Selatan 16.193 kl dan OKU Timur 36.280 kl. Sedangkan premium yang telah terealisasi hingga Oktober 2011 lalu untuk OKU sebanyak 40.980 kl, OKU Selatan 13.590 kl, dan OKU Timur mencapai 30.290 Kl.

Selanjutnya untuk jenis solar selama 2011 ini untuk Kabupaten OKU sebanyak 34.293 kl, OKU Selatan 53.660 dan OKU Timur 19.623 kl. Sedangkan realisasinya hingga akhir Oktober 2011 untuk OKU adalah 29.245 kl, OKU Selatan 45.450 kl,dan OKU Timur 15.435 kl. Sehingga sisa premium di OKU 5.420 kl, OKU Selatan 2.603 kl, dan OKU Timur 5.990 kl. Sisa solar di OKU 5.048 kl, OKU Selatan 8.210 kl dan OKU Timur 1.188 kl. “Sisa BBM ini harus cukup hingga akhir Desember mendatang,” ungkap Arif.

Dijelaskan, karena kuota subsidi BBM semakin menipis, pihaknya membagi rata penyaluran BBM agar cukup hingga akhir Desember 2011 ini. Diakuinya, pengurangan BBM bersubsidi ini agar masyarakat masih mendapat BBM. Arif mengakui, bila penggunaan BBM tak dikendalikan,jatah BBM untuk tiga kabupaten ini akan habis sebelum akhir tahun.

“Sedangkan untuk BBM jenis Pertamax tak ada kuota subsidi karena Pertamax memang tidak disubsidi. Jadi, persediaan Pertamax melimpah,” ujar Arif.

Menyinggung maraknya antrean BBM di SPBU, sementara di tingkat pengecer BBM melimpah, Arif menjelaskan hal itu pasti terjadi karena tidak menutup kemungkinan masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU membeli BBM dalam jumlah banyak.

Namun masyarakat yang menjadi pengecer membeli minyak di SPBU harus memeliki surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. “Kalau tidak memiliki surat rekomendasi, masyarakat tidak boleh membeli BBM dalam jumlah banyak. Sementara pihak SPBU tidak boleh memberikan BBM,” tukas Arif.

Mengantisipasi maraknya antrean di SPBU,Arif meminta pihak SPBU untuk mencatat nomor polisi kendaraan yang mengisi berulang kali apalagi memodifikasi tangki minyak dari kapasitas 20 liter menjadi kapasitas 100 liter. “Tak ada sanksi bagi masyarakat yang mengisi seperti ini. Tapi bagi SPBU yang tidak melakukan hal itu akan disanksi operasi dan sanksi administrasi,” tegas Arif.

Diungkapkan Arif, hingga Oktober 2011 pihaknya telah menjatuhkan sanksi administrasi kepada 27 SPBU di Sumatera Selatan. Kalau tidak ada pencatatan akan dikenai sanksi penghentian suplai BBM selama dua pekan atau sebulan. “Kalau SPBU masih tidak melakukan hal itu, maka sanksinya lebih berat lagi bisa SPBU 3–6 bulan tidak disuplai BBM,” beber Arif.

Manajer SPBU Batu Kuning Hendi mengakui, pasokan BBM ke SPBU miliknya. Sebelumnya SPBU ini mendapat jatah premium sebanyak 30 sampai 35 kl.Namun, sejak awal November,jatah premium SPBU Batu Kuning menjadi 20–25 Kl.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

%d blogger menyukai ini: