Beranda > OGAN KOMERING ILIR (OKI) > 105 Warga OKI Tewas Lakalantas

105 Warga OKI Tewas Lakalantas

13 Desember 2011

105 warga Bende Seguguk tewas akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Korban tewas yang terjadi selama 2011 ini mengalami peningkatan dibanding 2010 lalu yang mencapai 93 korban jiwa meninggal dunia.
‘’Dari 193 kasus kecelakaan, 105 korban meninggal dunia, kemudian 100 jiwa luka berat (luber) dan 157 jiwa mengalami luka ringan, dengan kerugian material mencapai Rp1,625 miliar lebih,” demikian dikatakan Kapolres OKI AKBP Agus Fatchulloh SIk, melalui Kasat Lantas AKP I Ketut Suarnaya, Senin (12/12) siang.
Dikatakan, mantan Kasat Lantas Polres Lubuk Linggau ini, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan lakalantas yang terjadi pada 2010, dimana laporan kecelakaan yang diterima sebanyak 180 kasus. ”Korban yang tewas mencapai 93 jiwa, kemudian luber 103 Jiwa dan luka ringan 194 jiwa, sedangkan kerugian material Rp1,354 miliar lebih,” jelasnya.
Diterangkannya, berbagai upaya untuk menurunkan angka kecelakaan di wilayah OKI telah dilakukan, diantaranya dengan melakukan operasi, penyuluhan dengan kelompok-kelompok masyarakat, penyuluhan kepada pelajar-pelajar dan penambahan rambu-rambu lalulintas bersama Dinas Perhubungan. ”Memang jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu, kita berharap tahun depan ada penurunan,” harapnya.
Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan intansi terkait untuk melaksanakan imbauan atau sosialisasi kepada warga masyarakat di semua lapisan dan memasang spanduk-spanduk di setiap sudut jalan. “Kecelakaan itu 90 persennya disebabkan Human Error atau karena ulah pengendara itu sendiri yang tidak patuh pada aturan lalulintas. Contohnya saat berada di tikungan tajam, tetapi masih saja dengan kecepatan tinggi dan kelalaian lainnya,” tukasnya.
Ditambahkan Ketut, kasus lakalantas umumnya terjadi di wilayah Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI, terutama pada titik rawan kecelakaan seperti tikungan tajam dan lainnya. “Untuk mengurangi jumlah lakalantas tersebut, kita rutin melakukan penertiban untuk mengantisipasi tingkat pelanggaran. Sebab terjadinya kecelakaan itu awalnya disebabkan terjadinya pelanggaran berlalu lintas,” tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu tertib berlalulintas, dengan melengkapi surat menyurat kendaraan, kelengkapan kendaraan dan patuhi rambu-rambu yang ada. “Kami minta juga para orang tua memberikan nasehat kepada anaknya untuk mematuhi aturan berlalulintas, jangan sampai anaknya berkendara di jalan raya dengan kebut-kebutan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Syamsul Fikri (085273231111)

%d blogger menyukai ini: